Rabu, 03 November 2010

ALLAH ................

Etimologi
Sebuah tulisan Allah dibagian luar dari kawasan Eski Cami (Mesjid tua) di Edirne, Turki.

Beberapa teori mencoba menganalisa etimologi dari kata "Allah". Salah satunya mengatakan bahwa kata Allāh (الله) berasal dari gabungan dari kata al- (sang) dan ʾilāh (tuhan) sehingga berarti "Sang Tuhan". Namun teori ini menyalahi bahasa dan kaidah bahasa Arab. Bentuk ma'rifat (definitif) dari ilah adalah al-ilah, bukan Allah. Dengan demikian kata al-ilah dikenal dalam bahasa Arab. Penggunaan kata tersebut misalnya oleh Abul A'la al-Maududi dalam Mushthalahatul Arba'ah fil Qur'an (h. 13) dan Syaikh Abdul Qadir Syaibah Hamad dalam al-Adyan wal Furuq wal Dzahibul Mu'ashirah (h. 54).

Kedua penulis tersebut bukannya menggunakan kata Allah, melainkan al-ilah sebagai bentuk ma'rifat dari ilah. Dalam bahasa Arab pun dikenal kaidah, setiap isim (kata benda atau kata sifat) nakiroh (umum) yang mempunyai bentuk mutsanna (dua) dan jamak, maka isim ma'rifat kata itupun mempunyai bentuk mutsanna dan jamak. Hal ini tidak berlaku untuk kata Allah, kata ini tidak mempunyai bentuk ma'rifat mutsanna dan jamak. Sedangkan kata ilah mempunyai bentuk ma'rifat baik mutsanna (yaitu al-ilahani atau al-ilahaini) maupun jamak (yaitu al-alihah). Dengan demikian kata al-ilah dan Allah adalah dua kata yang berlainan.[2]

Teori lain mengatakan kata ini berasal dari kata bahasa Aram Alāhā.[3] Cendekiawan muslim kadang-kadang menerjemahkan Allah menjadi "God" dalam bahasa Inggris. Namun demikian, sebagian yang lain mengatakan bahwa Allah tidak untuk diterjemahkan, dengan berargumen bahwa kata tersebut khusus dan agung sehingga mesti dijaga, tidak memiliki bentuk jamak dan gender (berbeda dengan God yang memiliki bentuk jamak Gods dan bentuk feminin Goddess dalam bahasa inggris). Isu ini menjadi penting dalam upaya penerjemahan Al Qur'an.
Tipografi

Kata Allāh selalu ditulis tanpa alif untuk mengucapkan vowel ā. Ini disebabkan karena ejaan Arab masa lalu berawalan tanpa alif untuk mengeja ā. Akan tetapi, untuk diucapkan secara vokal, alif kecil selalu ditambahkan di atas tanda saddah untuk menegaskan prononsiasi tersebut.
Allah dalam Islam

Bagian dari serial dalam keyakinan Islam:
Aqidah

Mosque02.svg
Rukun Islam (Sunni)

Syahādah - Pernyataan keyakinan
Ṣalāt - Sembahyang
Zakāh - Membayar sedekah wajib
Ṣaum - Berpuasa selama bulan Ramadan
Haji - Melakukan serangkaian ibadah di Mekkah
Rukun Iman (Sunni)

Allāh - Tawhīd
Malaikat - Keberadaan dan tugasnya
Kitab Allāh - Shuhuf dan kitab
Nabi dan Rasul - Syariat agama
Hari Akhir - Hari Pembalasan
Qada dan Qadar - Ketentuan dan takdir
Lainnya

Eskatologi Islam.
Kotak ini: lihat • bicara • sunting
Artikel ini adalah bagian dari seri
Islam
Allah-eser-green.png
Rasul

Nabi Muhammad SAW
.
Kitab Suci

Al-Qur'an
.
Rukun Islam
1. Syahadat · 2. Salat · 3. Puasa
4. Zakat · 5. Haji
Rukun Iman
Iman kepada : 1. Allah
2. Malaikat · 3. Al-Qur'an ·4. Nabi
5. Hari Akhir · 6. Qada & Qadar
Tokoh Islam
Muhammad SAW
Nabi & Rasul · Sahabat
Ahlul Bait
Kota Suci
Mekkah · & · Madinah
Kota suci lainnya
Yerusalem · Najaf · Karbala
Kufah · Kazimain
Mashhad ·Istanbul · Ghadir Khum
Hari Raya
Idul Fitri · & · Idul Adha
Hari besar lainnya
Isra dan Mi'raj · Maulid Nabi
Asyura
Arsitektur
Masjid ·Menara ·Mihrab
Ka'bah · Arsitektur Islam
Jabatan Fungsional
Khalifah ·Ulama ·Muadzin
Imam·Mullah·Ayatullah · Mufti
Hukum Islam
Al-Qur'an ·Hadist
Sunnah · Fiqih · Fatwa
Syariat · Ijtihad
Manhaj
Salafush Shalih
Mazhab
1. Sunni :
Hanafi ·Hambali
Maliki ·Syafi'i
2. Syi'ah :
Dua Belas Imam
Ismailiyah·Zaidiyah
3. Lain-lain :
Ibadi · Khawarij
Murji'ah·Mu'taziliyah
Lihat Pula
Portal Islam
Indeks mengenai Islam
lihat • bicara • sunting

Dalam Islam, Allah adalah satu-satunya Tuhan (tanpa sekutu)[4], Sang Pencipta, Hakim dari seluruh makhluk, Maha Kuasa, Maha Penyayang, Maha Pemurah dan Tuhan dari Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, Musa, Dawud, Sulaiman, Isa dan Muhammad. Menurut F.E. Peters, " Al Qur'an menyatakan 29:46, Muslim mempercayai dan sejarawan menyetujui, bahwa Muhammad dan pengikutnya menyembah Tuhan yang sama dengan yang disembah Yahudi. Allah-nya Al Qur'an adalah Tuhan Sang Pencipta yang ada dalam kisah Ibrahim. Peters mengatakan bahwa Al Qur'an menggambarkan Allah lebih berkuasa dan jauh dibandingkan dengan Yahweh, dan juga merupakan Tuhan universal, tidak seperti Yahweh yang lebih dekat dengan bangsa Israel.[5]
Nama-nama Allah
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Asma'ul husna

Berdasarkan keterangan : Allaahu ismun li dzaatil wajibul wujuud artinya : Allah itu adalah sebuah nama kepada yang pasti ada keberadaannya (eksistensi). Jadi jelaslah Allah itu adalah sebuah nama kepada sesuatu yang wajib untuk dilayani dengan sebenar-benarnya, karena berdasarkan keterangan: Allaahu ismun li dzaati ma'budi bi haqq artinya : Allaah itu adalah sebuah nama kepada sesuatu yang wajib dilayani (ma'budi) dengan sebenar-benarnya pelayanan (ibadah).

Dalam tradisi Islam disebutkan ada 99 nama untuk Allah (Asmaaul Husna), diambil dari nama-nama yang digunakan Al Qur'an untuk merujuk kepada Allah.[6] Di antara nama-nama tersebut adalah :

* Al Malikul Mulk (Raja diRaja, Maharaja)
* Al Hayy (Maha Hidup)
* Al Muhyii (Maha Memberi Kehidupan)

Frase yang mengandung Allah

Contoh kata-kata yang menggunakan kata Allah:

* Laa ilaaha illallaah (Tiada Tuhan selain Allah)
* Allaahu Akbar (الله أكبر) (Allah Maha Besar)
* Bismillaah (بسم الله ) (Dengan nama Allah)
* In syaa Allaah (إن شاء الله) (Jika Allah menghendaki)
* Maa syaa Allaah (ما شاء الله) (Kata yang biasanya diucapkan jika melihat sesuatu yang aneh (ganjil) kadang-kadang diganti dengan kata "Subhan Allah")
* Subhanallaah (سبحان الله) (Maha Suci Allah)
* Alhamdu li llaah (الحمد لله) (Segala Puji bagi Allah)
* Allahu a'lam (الله أعلم) (Allah Maha Mengetahui)
* Jazaa kallaahu khairan (جزاك الله خيراً; ucapan pernyataan terima kasih yang sebenarnya berarti "Semoga Allah memberikan balasan yang baik kepadamu")

Keberadaan Allah
Kaligrafi Allah dibuat dengan menggunakan software digital.

Para Imam yang empat telah sepakat bahwa Rahmat Allah Subhanahu wa ta'alla berada di atas 'Arsy[7] dan tidak ada satu pun dari makhluk yang serupa dengan-Nya.[8]
Allah dalam Kristen

Umat Kristen lebih menyukai kata Tuhan dibanding kata Allah. Akan tetapi, terjemahan Bibel dalam bahasa Indonesia yang dinamakan sebagai "Al-Kitab", menggunakan kata "Allah" untuk "Tuhan Bapa". Jadi, Allah dalam Kekristenan sedikit berbeda dengan Allah dalam pengertian ajaran Islam. Secara pengucapan juga ada perbedaan dengan Allah dalam tradisi Islam. Allah dalam agama Kristen diucapkan dengan 'alah', bukan 'awlloh' seperti umat Islam ucapkan, Allah dalam tradisi Islam diucapkan dengan logat bahasa Arab. Dalam Allah Kristiani terdapat 5 eksistensi mutlak:

1. Allah itu kekal Tanpa awal Tanpa akhir (keluaran 3:14, Ibrani 7:3, Wahyu 1:8, Wahyu 22:13)
2. Allah itu Esa (Ulangan 6:4, Yesaya 45:5,21, ;1- Timotius 1:17)
3. Allah itu tidak berubah-ubah (Maleakhi 3:6, Yakobus 1:17)
4. Allah itu Tidak ada persamaanNYA (Mazmur 86:8, Yesaya 40:25, II samuel 7:22)
5. Allah itu Mahakuasa, khalik langit dan bumi serta segala isinya yang kelihatan maupun tidak (Kejadian 1:1-31))

Tiga Kodrat Allah Dalam Iman Kristiani

Menurut iman kristiani Allah sebagai oknum/pribadi memiliki dalam diriNYA 3 (tiga) Kodrat KUASANYA atau Kodrat Ke-TUHANan-NYA, yaitu:

1. Mencipta: Kuasa Mencipta ini dalam Perjanjian baru disebut oleh Yesus dengan predikat BAPA (Matius 11:25, lukas 10:21)
2. Berfirman: Kuasa berfirman (dan bertindak) ini dalam Perjanjian baru disebut oleh Yesus dengan predikat ANAK (Yohanes 1:14, Yohanes 1:18, Matius 16:16)
3. Roh Allah: Roh Allah yang berkuasa memelihara, mengayomi, membimbing dan menolong ini dalam Perjanjian baru oleh Yesus disebut dengan ROH KUDUS (Yohanes 14:16-17, Yohanes 14:26, 15:26)

Referensi

1. ^ Kata Allah dalam Alqur'an disebut ulang oleh Allah sebanyak 2679 kali semuanya dalam bentuk tunggal
2. ^ (id)Ahmad Husnan. Meluruskan Pemikiran Pakar Muslim. Al Husna, Surakarta. Cetakan Pertama, Muharram 1425 H / Mei 2005 M. h. 25-27.
3. ^ (en)Encyclopaedia of Islam, Allah
4. ^ 112:1
5. ^ (en)F.E. Peters, Islam, p.4, Princeton University Press, 2003.
6. ^ (en)Bentley, David (Sept. 1999). The 99 Beautiful Names for God for All the People of the Book. William Carey Library. ISBN 0-87808-299-9.
7. ^ [1]
8. ^ Pemahaman Tentang "Di manakah Allah ?".

* Mengkritisi Kembali Makna "Tuhan"

Penciptaan Alam Semesta

Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur'an pada ayat berikut:

"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101)

Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.

Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu.

Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.

Tips_Tips Meningkatkan Motivasi Belajar

Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.

Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:

* Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.

Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.

Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.

* Belajar apapun
Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.

* Belajar dari internet
Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.

Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.

Cari motivator
Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahkan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.

Rindu Kekasih

Aku temukan tubuh yang teronggok lesu
Menunduk, tak bergeming di atas altar
Hanya gumaman lirih
Keluar sebatas lenguhan
Atau kalimat panjang yang terputus
Sesekali hanya gerakan kecil
Sebuah tangan yang lemah
Menggapai sebuah harapan
Yang ia minta pada sujudnya
Apakah ini sebuah renungan
Tentang kerinduan kepada sang kekasih
Yang tak kunjung datang
Mampukah ia tuk tetap bersabar
Menanti saat ia menjemput
Kembali ke altar suci
Lalu bagaimana rindu ini terlampiaskan
Jika saat kekasih tak kunjung datang
Membawa segenggam harapan
Pada suratan kepasrahan
Mungkin ini hanya sebuah pengorbanan
Yang tuk persembahan bagi sang kekasih
Meski rindu ini menggantung
Diantara waktu yang kian berlalu

Selasa, 02 November 2010

cerpen

اَلنَّخْلُ أَثْمَرَ السَّنَةَ مَرَّتَيْنِ

مَرَّ أَحَدُ مُلُوْكِ الْفُرْسِ بِشَيْخٍ فَانٍ يَغْرِسُ نَخْلاً وَقَدْ بَلَغَ مِنْ عُمْرِهِ الثَّمَانِيْنَ. فَقَالَ لَهُ مُسْتَغْرِبًا: "أَتُؤَمِّلُ أَنْ تَأْكُلَ مِنْ ثَمَرِ هَذَا النَّخْلِ, وَهُوَ لاَ يَحْمِلُ إِلاَّ بَعْدَ السِّنِيْنَ؟" فَقَالَ: "أَيُّهَا الْمَلِكُ السَّعِيْدُ, غَرَسَ السَّابِقُوْنَ فَأَكَلْنَا, أَفَلاَ نَغْرِسُ لِيَأْكُلَ اللاَحِقُوْنَ؟" فَقَالَ الْمَلِكُ: "وَاهًالَكَ!" وَأَعْطَاهُ دِيْنَارًا, فَأَخَذَهُ وَقَالَ: "أَيُّهَا الْمَلِكُ الْكَرِيْمُ مَاأَعْجَلَ ثَمَرَ هَذَا النَّخْلُ!" فَاسْتَحْسَنَ جَوَابَهُ, وَقَالَ: "زِهْ, وَأَعْطَاهُ دِيْنَارًا آخَرَ" فَأَخَذَهُ, وَقَالَ: "أَيُّهَا الْمَلِكُ الْعَظِيْمُ وَأَعْجَبَ مِنْ كُلِّ سَيْئٍ أَنَّ النَّخْلَ أَثْمَرَ السَّنَةَ مَرَّتَيْنِ!" فَازْدَادَ الْمَلِكُ اسْتِغْرَابًا وَأَعْطَاهُ دِيْنَارًا آخَرَ.

ثُمَّ جَرَّ الْحَدِيْثُ بَيْنَهُمَا أَذْيَالَهُ, وَجَعَلَ الْمَلِكُ يَسْتَطْلِعُ مَاعِنْدَهُ مِنَ الأَخْبَارِ فيِ شَأْنِ الْمَزْرُوْعَاتِ, كَأَنَّهُ يُبَاشِرُهَا مِنْ صِغَرِهِ, وَلَمْ يَزَلْ بِهِ حَتَّى آذَنَتِ الشَّمْسُ, فَهَبَّ بِالإِنْصِرَافِ وَدَعَا لِلشَّيْخِ بِطُوْلِ الْبَقَاءِ وَعَوْدِ اللِّقَاءِ.

________________________________

Mufradat/Terjemah per kata :

اَلنَّخْلُ: Pohon kurma أَثْمَرَ: Berbuah السَّنَةَ: Satu tahun مَرَّتَيْنِ: Dua kali

مَرَّ: Telah Lewat أَحَدُ: Seorang مُلُوْكِ: Raja الْفُرْسِ: Persia بِشَيْخٍ: Kepada seorang kakek فَانٍ: Tua يَغْرِسُ: Yang sedang menanam نَخْلاً: Pohon kurma وَقَدْ: Dan sungguh بَلَغَ: Telah sampai مِنْ: Dari عُمْرِهِ: Umurnya الثَّمَانِيْنَ: 80 tahun فَقَالَ: Maka ia berkata لَهُ: Kepadanya مُسْتَغْرِبًا: Dengan keheranan أَتُؤَمِّلُ: Apakah engkau bermaksud/berharap أَنْ: Agar تَأْكُلَ: Memakan مِنْ: Dari ثَمَرِ: Buah هَذَا: Ini النَّخْلِ: Kurma وَهُوَ: Dan dia لاَ يَحْمِلُ: Tidak berbuah إِلاَّ: Kecuali بَعْدَ: Setelah السِّنِيْنَ: Beberapa tahun فَقَالَ: Maka ia berkata أَيُّهَا: Wahai الْمَلِكُ: Raja السَّعِيْدُ: Mulia غَرَسَ: Telah menanam السَّابِقُوْنَ: Orang-orang terdahulu فَأَكَلْنَا: Maka kitalah yang memakan/menuainya أَفَلاَ: Apakah kita tidak نَغْرِسُ: Kita menanam لِيَأْكُلَ: Agar memakannya اللاَحِقُوْنَ:Orang-orang yang akan datang فَقَالَ: Maka ia berkata الْمَلِكُ: Raja وَاهًالَكَ: Ada-ada saja kamu وَأَعْطَاهُ: Dan memberinya دِيْنَارًا: Satu dinar فَأَخَذَهُ: Maka ia mengambilnya وَقَالَ: Dan dia berkata أَيُّهَا: Wahai الْمَلِكُ: Raja الْكَرِيْمُ: Mulia مَاأَعْجَلَ: Alangkah cepatnya ثَمَرَ: Berbuah هَذَا: Ini النَّخْلُ: Pohon kurma فَاسْتَحْسَنَ: Maka menganggap baik جَوَابَهُ: Jawabannya وَقَالَ: Dan berkata زِهْ: Benar juga وَأَعْطَاهُ: Dan memberinya دِيْنَارًا: Satu dinar آخَرَ: Lainnya فَأَخَذَهُ: Maka ia mengambilnya وَقَالَ: Dan berkata أَيُّهَا: Wahai الْمَلِكُ: Raja الْعَظِيْمُ: Agung وَأَعْجَبَ: Dan yang paling mengagumkan مِنْ: Dari كُلِّ: Segala سَيْئٍ: Sesuatu أَنَّ: Bahwasanya النَّخْلَ: Pohon kurma أَثْمَرَ: Berbuah السَّنَةَ: Satu tahun مَرَّتَيْنِ: Dua kali فَازْدَادَ: Maka bertambah الْمَلِكُ: Raja اسْتِغْرَابًا: Keheranan/takjub وَأَعْطَاهُ: Dan memberinya دِيْنَارًا: Satu dinar آخَرَ: Lainnya ثُمَّ: Lalu جَرَّ: Berlangsung الْحَدِيْثُ: Percakapan بَيْنَهُمَا: Antara keduanya أَذْيَالَهُ: Yang berkepanjangan وَجَعَلَ: Dan mulailah الْمَلِكُ: Raja يَسْتَطْلِعُ: Bertanya-tanya مَاعِنْدَهُ: Apa yang ada disisinya مِنَ: Dari الأَخْبَارِ: Berita-berita فيِ: Tentang شَأْنِ: Urusan الْمَزْرُوْعَاتِ: Pertanian كَأَنَّهُ: Seolah-olah يُبَاشِرُهَا: Ia telah mengerjakannya مِنْ: Dari/sejak صِغَرِهِ: Kecilnya وَلَمْ: Dan tidak يَزَلْ: Henti-henti بِهِ: Dengannya حَتَّى: Sehingga آذَنَتِ: Terbenam الشَّمْسُ: Matahari فَهَبَّ: Dan bersiap-siap بِالإِنْصِرَافِ: Untuk pulang/kembali وَدَعَا: Dan berdoa لِلشَّيْخِ: Untuk kakek/orang tua بِطُوْلِ: Agar panjang الْبَقَاءِ: Umur وَعَوْدِ: Dan kembali اللِّقَاءِ: Bertemu

Jumat, 06 Agustus 2010